Halaman

Sabtu, 04 Mei 2013







 RUMAH GLADAK/RUMAH LUMBUNG/
RUMAH JINEMAN


Rumah Lumbung/Gladak/Jineman adalah bangunan kecil yang biasa diletakkkan dihalaman rumah yang berfungsi untuk tempat menyimpan hasil pertanian (umumnya padi), berbentuk artistic  biasanya berbentuk rumah gladak /rumah panggung Fungsi utama adalah   untuk menyimpan padi atau bahan makanan lain untuk menghadapi masa paceklik
Rumah panggung/geladak ini pada umumnya berukuran kecil mulai 2*3m sampai 5*6 m
Dan memiliki teras bagian depan dengan lebar 1m dan biasanya menggunakan kayu jati tua,selain itu pembuatannya diatas permukaan tanah dilengkapi dengan pintu dan jendela walaupun ukurannnya tidak terlalu besar.Bangunan kecil ini juga dilengkapi dengan symbol ukiran atau ornament lain yang lebih menarik.
Zaman sekarang jineman/rumah lumbung/gladak sudah jarang sekali difungsikan untuk hasil pertanian namun digunakan untuk fungsi yang lain misalnya tempat penginapan,tempat main anak-anak,mushola dll ,tapi kebanyakan sudah dimodifikasi sesuai dengan model sekarang yang bernuansa minimalis.
Harga dari Rumah jati tua yang berfungsi sebagai lumbung atau jineman antara 20 juta sampai dengan  150 juta. 




Kamis, 02 Mei 2013

Rumah Jawa




RUMAH JOGLO

Rumah Jawa terdiri dari 5 tipe dasar pokok :
  1. Joglo (atap joglo) bangunan dengan Soko Guru dan atap 4 belah sisi, sebuah bubungan di tengahnya.
  2. Limasan (atap limas) bangunan dengan atap 4 belah sisi, sebuah bubungan di tengahnya
  3. Kampung (atap pelana) bangunan dengan atap 2 belah sisi, sebuah bubungan di tengah saja
  4. Panggang Pe bangunan hanya dengan atap sebelah sisi
  5. Mesjidan/Tajug bangunan dengan Soko Guru atap 4 belah sisi, tanpa bubungan, jadi meruncing
Rumah Adat Jawa Tengah Atau Joglo disebut juga dengan  bangunan dengan Soko Guru dan atap 4 belah sisi, sebuah bubungan di tengahnya, rumah Joglo berasal dari daerah Propinsi Jawa Tengah dan fungsi yang lebih menonjol adalah sebagai tempat musyawarah masalah kenegaraan dan menyusun strategi dalam melawan Belanda pada waktu itu
Rumah Joglo umumnya terbuat dari kayu Jati. Sebutan Joglo mengacu pada bentuk atapnya, mengambil stilasi bentuk sebuah gunung. Stilasi bentuk gunung bertujuan untuk pengambilan filosofi yang terkandung di dalamnya dan diberi nama atap Tajug, tapi untuk rumah hunian atau sebagai tempat tinggal, atapnya terdiri dari 2 tajug yang disebut atapJoglo/Juglo / Tajug Loro. Dalam kehidupan orang Jawa gunung merupakan sesuatu yang tinggi dan disakralkan dan banyak dituangkan kedalam berbagai simbol, khususnya untuk simbol-simbol yang berkenaan dengan sesuatu yang magis atau mistis. Hal ini karena adanya pengaruh kuat keyakinan bahwa gunung atau tempat yang tinggi adalah tempat yang dianggap suci dan tempat tinggal para Dewa.
Dalam rumah adat Joglo, umumnya sebelum memasuki ruang induk kita akan melewati sebuah pintu yang memiliki hiasan  sulur gelung atau makara. Hiasan ini ditujukan untuk tolak balak, menolak maksud – maksud jahat dari luar hal ini masih dipengaruhi oleh kepercayaan animisme.
Kamar tengah merupakan kamar sakral. Dalam kamar ini pemiliki rumah biasanya menyediakan tempat tidur atau katil yang dilengkapi dengan bantal guling, cermin dan sisir dari tanduk. Umumnya juga dilengkapi dengan lampu yang menyala siang dan malam yang berfungsi sebagai pelita, serta ukiran yang memiliki makna sebagai pendidikan rohani, hal ini masih dalam pengaruh ajaran Hindu dan Budha.
Untuk rumah Joglo yang terletak di pesisir pantai utara seperti Tuban, Gresik dan Lamongan unsur-unsur di atas di tiadakan karena pengaruh Islam masuk
Tata Ruang Rumah Joglo :
1.      Ruang depan (pendopo) yang difungsikana sebagai :
-       tempat menerima tamu
-       balai pertemuan (karena awalnya hanya dimiliki oleh bangsawan dan kepala desa)
-       tempat untuk mengadakan upacara – upacara adat
2.      Ruang belakang yang terdiri dari :
-       kamar – kamar
-       dapur (pawon)
Sedangkan ruang utama atau ruang induk pada rumah joglo dibagi menjadi 3 ruangan, yaitu :
1.       sentong kiwo (kamar kiri)
2.       sentong tengan (kamar tengah)
3.       sentong tangen (kamar kanan)
Dan umumnya rumah joglo di bagian sebelah kiri terdapat dempil yang berfungsi sebagai tempat tidur orang tua yang langsung dihubungkan dengan serambi belakang (pasepen) yang digunakan untuk aktifitas membuat kerjinan tangan. Sedangkan disebelah kanan terdapat dapur, pendaringan dan tempat yang difungsikan untuk menyimpan alat pertanian.
Pada waktu sekarang rumah Joglo ini dianggap antik dan banyak diburu oleh kolektor-kolektor barang antik atau orang yang suka akan keindahan seni arsitektur Rumah Joglo yang terbuat dari kayu jati.Pada umumnya Rumah Joglo ini dijual berkisar antara 100 juta sampai 400 juta melihat ukuran luasnya serta besar kecilnya kayu jati , tahun pembuatannya serta seni-seni yang ada didalamnya.

Admins